Total Tayangan Halaman
Senin, 31 Desember 2012
Selasa, 28 Agustus 2012
Urutan ritual penerimaan murid (anak sasian)
1. Maantakan saraik (mengantarkan syarat)
Sebagaimana lazimnya setiap penerimaan murid baru pada sebuah sasaran
(padepokan), maka calon murid wajib melengkapi persyaratan antara lain :
- Bareh balanjuan (beras satu liter besar)
- Siriah langkok (Sirih dan kelengkapannya)
- Lado (cabe)
- Garam
- Pisau
- Kapan sakabuang (kain putih)
Setelah semua persyaratan lengkap, maka Guru Tuo akan memulai ritual penerimaan dengan membacakan doa-doa.
2. Silek Duduak
Silek duduak adala pelatihan awal bagi murid baru yang bertujuan untuk memahirkan gerakan dasar silek seperti bermacam-macan nama gerakan, latihan ini juga ditujukan untuk melatih reflek murid baru.
3. Batanak Minyak
Batanak minya merupakan ritual untuk melemaskan otot-otot yang kaku dari murid yang dilakukan oleh Guru Tuo berupa pemijatan diseluruh tubuh murid dengan menggunakan minyak kelapa yang telah dicampur dengan berbagai macam ramuan.
Disamping itu murid diwajibkan untuk memakan sebutir telur ayam dan makanan tertentu yang dimasak dengan minyak kelapa diatas.
4. Badoa Turun Kalaman
Setelah proses latihan silek duduak dan batanak minyak dilaksanakan, maka sebelum latihan dilakukan di halaman (sasaran), maka terlebih dahulu dilakukan upacara doa turun kalaman berupa selamatan dengan memotong seekor ayam yang mana darahnya disebarkan di lokasi sasaran. Hal ini mengandung makna tertentu yang bertujuan bagi kebaikan murid dan gurunya. Upacara doa ini dipimpin oleh seorang alim ulama untuk memohionkan keselamatan dari Allah SWT bagi murid dan guru selama proses latihan dilaksanakan.
1. Maantakan saraik (mengantarkan syarat)
Sebagaimana lazimnya setiap penerimaan murid baru pada sebuah sasaran
(padepokan), maka calon murid wajib melengkapi persyaratan antara lain :
- Bareh balanjuan (beras satu liter besar)
- Siriah langkok (Sirih dan kelengkapannya)
- Lado (cabe)
- Garam
- Pisau
- Kapan sakabuang (kain putih)
Setelah semua persyaratan lengkap, maka Guru Tuo akan memulai ritual penerimaan dengan membacakan doa-doa.
2. Silek Duduak
Silek duduak adala pelatihan awal bagi murid baru yang bertujuan untuk memahirkan gerakan dasar silek seperti bermacam-macan nama gerakan, latihan ini juga ditujukan untuk melatih reflek murid baru.
3. Batanak Minyak
Batanak minya merupakan ritual untuk melemaskan otot-otot yang kaku dari murid yang dilakukan oleh Guru Tuo berupa pemijatan diseluruh tubuh murid dengan menggunakan minyak kelapa yang telah dicampur dengan berbagai macam ramuan.
Disamping itu murid diwajibkan untuk memakan sebutir telur ayam dan makanan tertentu yang dimasak dengan minyak kelapa diatas.
4. Badoa Turun Kalaman
Setelah proses latihan silek duduak dan batanak minyak dilaksanakan, maka sebelum latihan dilakukan di halaman (sasaran), maka terlebih dahulu dilakukan upacara doa turun kalaman berupa selamatan dengan memotong seekor ayam yang mana darahnya disebarkan di lokasi sasaran. Hal ini mengandung makna tertentu yang bertujuan bagi kebaikan murid dan gurunya. Upacara doa ini dipimpin oleh seorang alim ulama untuk memohionkan keselamatan dari Allah SWT bagi murid dan guru selama proses latihan dilaksanakan.
Jumat, 13 Januari 2012
Galuik Duduak 2
Galuik duduak bisa dilakukan di dalam maupun diluar rumah. Sebagai salah satu aliran silat yang memiliki gerakan dinamis dan praktis, maka latihan silat batumandi tidak memerlukan arena yang luas. Gerakan silat berpasangan dapat dilakukan pada arean 1 x 1 m.
galuik duduak
Pola pelatihan Galuik Batumandi dimulai dengan bersilat
dalam posisi duduk. latihan ini dilaksanakan selama 1 sampai 2 bulan sesuai
dengan kecepatan pemahaman dari anak sasian. Latihan duduk dimaksudkan untuk
melatih reflek dan memahami teknik dasar.
Langganan:
Komentar (Atom)