Total Tayangan Halaman

Selasa, 19 November 2013

PAGELARAN SENI "PERMAINAN ANAK NAGARI SE-AGAM TIMUR TIMUR TAHUN 2013"

Damal rangka pelestarian seni budaya Minangkabau, maka Lembaga Pelestari Seni Budaya Minangkabau "Sasaran Galuik Batumandi Surau Banau" Kabupaten Agam bekerja sama dengan PT Pos Indonesia (Persero) dan Bank Nagari menggelar penampilan beragam kesenian tradisional Minangkabau berupa :

1. Silek Tradisional
2. Gandang Tansa
3. Rabab
4. Talempong
5. Saluang

Bertempat di halaman Balai Adat Nagari Lasi Kecamatan Canduang Kabupaten Agam, pada tanggal 23 November 2013 mulai pukul 19.30 WIB sampai selesai.
Pegelaran ini akan menampilakan anak sasian dari  9 Sasaran silek yang berkembang di Agam Timur, serta diselingi dengan kesenian lainnya.
Saksikanlah beramai-ramai.......

Senin, 09 September 2013

Tuo Silek Batumandi



MUKADIMAH
Bismillahirramannirrahiim,
Bahwa dalam rangka melestarikan Seni Budaya dan Tradisi Alam Minangkabau umumnya  terutama seni silat / Galuik Batumandi khususnya, serta membendung budaya asing yang bersifat negative dikalangan generasi muda / Anak Nagari Minangkabau, maka diperlukan suatu upaya nyata, berkesinambungan dan terorganisir dengan baik.
Untuk itu kami sebagai orang Minangkabau merasa turut berkewajiban untuk memelihara tradisi dan warisan budaya Minangkabau  melalui pelastarian  Seni Silat / Galuik aliran Batumandi.
Bahwa untuk melesatrikan seni budaya Minangkabau diperlukan suatu lembaga yang berkewajiban untuk mempertahankan dan mengembangkan seni Silat / Galuik Batumandi, oleh karena itu dengan Rahmat Allah Subhanahu Wata’ala serta mengharap hidayah dan petunjuk-Nya, kami para pendiri mencanangkan berdirinya Lembaga Pelestari Seni Budaya Tradisional Galuik Batumandi Surau Banau  di Nagari Lasi Kecamatan Canduang Kabupaten Agam Sumatera Barat.
Semoga langkah awal ini dapat diikuti oleh seluruh Nagari di Minangkabau sehingga dapat mengharumkan nama Minangkabau sebagai Negri yang berbudaya baik ditingkat Nasional maupun Internasional, semoga Allah meredhai mencatat perbuatan ini sebagai amal ibadah.


Selasa, 28 Agustus 2012

Urutan ritual penerimaan murid (anak sasian)

1. Maantakan saraik  (mengantarkan syarat)
    Sebagaimana lazimnya setiap penerimaan murid baru pada sebuah sasaran  
   (padepokan), maka calon murid wajib melengkapi persyaratan antara lain :
  - Bareh balanjuan (beras satu liter besar)
  - Siriah langkok (Sirih dan kelengkapannya)
  - Lado (cabe)
  - Garam
  - Pisau
  - Kapan sakabuang (kain putih)
Setelah semua persyaratan lengkap, maka Guru Tuo akan memulai ritual penerimaan dengan membacakan doa-doa.

2. Silek Duduak
Silek duduak adala pelatihan awal bagi murid baru yang bertujuan untuk memahirkan gerakan dasar silek seperti bermacam-macan nama gerakan, latihan ini juga ditujukan untuk melatih reflek murid baru.

3. Batanak Minyak
Batanak minya merupakan ritual untuk melemaskan otot-otot yang kaku dari murid yang dilakukan oleh Guru Tuo berupa pemijatan diseluruh tubuh murid dengan menggunakan minyak kelapa yang telah dicampur dengan berbagai macam ramuan.
Disamping itu murid diwajibkan untuk memakan sebutir telur ayam dan makanan tertentu yang dimasak dengan minyak kelapa diatas.

4. Badoa Turun Kalaman
Setelah proses latihan silek duduak dan batanak minyak dilaksanakan, maka sebelum latihan dilakukan di halaman (sasaran), maka terlebih dahulu dilakukan upacara doa turun kalaman berupa selamatan dengan memotong seekor ayam yang mana darahnya disebarkan di lokasi sasaran. Hal ini mengandung makna tertentu yang bertujuan bagi kebaikan murid dan gurunya. Upacara doa ini dipimpin  oleh seorang alim ulama untuk memohionkan keselamatan dari Allah SWT bagi murid dan guru selama proses latihan dilaksanakan.
 

Jumat, 13 Januari 2012

Galuik Duduak 2



Galuik duduak bisa dilakukan di dalam maupun diluar rumah. Sebagai salah satu aliran silat yang memiliki gerakan dinamis dan praktis, maka latihan silat batumandi tidak memerlukan arena yang luas. Gerakan silat berpasangan dapat dilakukan pada arean 1 x 1 m.

galuik duduak


Pola pelatihan Galuik Batumandi dimulai dengan bersilat dalam posisi duduk. latihan ini dilaksanakan selama 1 sampai 2 bulan sesuai dengan kecepatan pemahaman dari anak sasian. Latihan duduk dimaksudkan untuk melatih reflek dan memahami teknik dasar.